Komersialisasi Sawit

Pada negara produsen sawit seperti Indonesia, bungkil inti sawit (BIS) merupakan hasil samping agroindustri kelapa sawit yang jumlah maupun pertumbuhan produksinya tinggi. Pemanfaatan maupun pengolahan bungkil inti sawit masih minim sehingga BIS sebagai produk bahan pakan  masih memiliki nilai ekonomis maupun manfaat yang relatif stagnan.

Kebutuhan feed additives dan supplemen saat ini sebagian besar masih dipenuhi dari produk impor.  Padahal  BIS memiliki potensi untuk diolah menjadi produk feed addititive dan supplement mengingat struktur karbohidrat yang dimilikinya dan tingkat produksi yang dihasilkan di Indonesia.

Dua produk turunan yang dihasilkan oleh invensi ini (senyawa karbohidrat mannan dan konsentrat protein) memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan pangsa pasar yang besar pada industri peternakan, atau pada industri sawit karena dapat meningkatkan pos penerimaan selain dari CPO sebagai produk utama. Konsentrat protein yang didapat misalnya, memiliki kualitas nutrisi yang dapat menyaingi bungkil kedelai dan corn gluten meal (CGM) yang notabene masih merupakan komoditas yang terus-menerus harus diimpor.

Senyawa karbohidrat mannan dengan kapasitasnya sebagai penghambat bakteri patogen saluran pencernaan juga memiliki potensi pasar yang semakin berprospek sebagai alternatif pengganti antibiotik.

Leave a Reply

Categories
November 2010
S M T W T F S
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930